Metode Penelitian: Jenis Penelitian

4-Cara-menghitung-Jangkauan-range-Rata-rata-Simpangan-Simpangan-Baku-standar-deviasi-dan-Variansi-emerer.com-
Cara menghitung Jangkauan (range), Rata-rata Simpangan, Simpangan Baku (standar deviasi) dan Variansi
19 October 2015
6-Daftar-Theme-OpenCart-yang-Keren-Comohos-Theme
Daftar Theme OpenCart yang Keren
11 December 2015

Metode Penelitian: Jenis Penelitian

Metode-Penelitian-Jenis-Penelitian-emerer.com-

Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berikut jenis jenis dari suatu penelitian.

Menurut Fungsi / Kedudukan

1.  Penelitian Akademik (Mahasiswa S1, S2, S3), ciri/penekanan :

  • Merupakan sarana edukasi
  • Mengutamakan validitas internal (cara yang harus benar)
  • Variabel penelitian terbatas
  • Kecanggihan analisis disesuaikan dengan jenjang (S1, S2, S3)

2. Penelitian Profesional (pengembangan ilmu, teknologi dan seni), ciri/ penekanan :

  • Bertujuan mendapatkan pengetahuan baru yang berkenaan dan ilmu, teknologi dan seni.
  • Variabel penelitian lengkap
  • Kecanggihan analisis disesuaikan kepentingan masyarakat ilmiah
  • Validitas internal (cara yang benar) dan validitas eksternal (kegunaan dan generalisasi) diutamakan

3. Penelitian Institusional (perumusan kebijakan atau pengambilan keputusan), ciri/penekanan :

  • Bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan kelembagaan
  • Mengutamakan validitas eksternal (kegunaan)
  • Variabel penelitian lengkap (kelengkapan informasi)
  • Kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.

 

Menurut Kegunaan

  1. Penelitian Murni (Pure Research) / Penelitian Dasar yaitu penelitian yang kegunaannya diarahkan dalam rangka penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
  2. Penelitian Terapan (Applied Research) yaitu penelitian yang kegunaannya diarahkan dalam rangka memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis

 

Menurut Tujuan

  1. Penelitian Eksploratif  bertujuan untuk mengungkap secara luas dan mendalam tentang sebab-sebab dan hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.
  2. Penelitian Pengembangan bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan suatu prototipe baru atau yang sudah ada dalam rangka penyempurnaan dan pengembangan sehingga diperoleh hasil yang lebih produktif, efektif dan efisien.
  3. Penelitian Verifikatif  bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian yang dilakukan terdahulu/ sebelumnya.
  4. Penelitian Kebijakan  penelitian yang dilakukan suatu institusi/lembaga dengan tujuan untuk membuat langkah-langkah antisipatif guna mengatasi permasalahan yang mungkin timbul di kemudian hari.

 

 Menurut Pendekatan waktu

  1. Penelitian Longitudinal (Bujur) adalah penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan melalui proses dan waktu yang lama terhadap sekelompok subjek penelitian tertentu (tetap) dan diamati/diukur terus menerus mengikuti masa perkembangannya (menembak beberapa kali terhadap kasus yang sama).
  2. Penelitian Cross-Sectional (Silang) adalah penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan melalui proses kompromi (silang) terhadap beberapa kelompok subjek penelitian dan diamati/diukur satu kali untuk tiap kelompok subjek penelitian tersebut sebagai wakil perkembangan dari tiap tahapan perkembangan subjek (menembak satu kali terhadap satu kasus).

 

Menurut Tempat

  1. Penelitian Laboratorium (dikendalikan)
    Eksperimen, tindakan, dll
  2. Penelitian Perpustakaan
    Studi dokumentasi (analisis isi buku, penelitian historis, dll).
  3. Penelitian Kancah / Lapangan ,  Survei, dll.

 

 Menurut Kehadiran Variabel

Variabel = hal-hal yang menjadi objek penelitian yang nilainya belum spesifik (bervariasi).

  1. Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang dilakukan terhadap variabel yang data-datanya sudah ada tanpa proses manipulasi (data masa lalu dan sekarang).
  2. Penelitian Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan terhadap variabel yang data-datanya belum ada sehingga perlu dilakukan proses manipulasi melalui pemberian treatment/ perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian yang kemudian diamati/diukur dampaknya (data yang akan datang).

 

 Menurut Tingkat Eksplanasi (penjelasan)

  1. Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan suatu variabel secara mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan variabel dengan variabel lainnya.
  2. Penelitian Komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda.
  3. Penelitian Asosiatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel atau lebih. Penelitian asosiatif merupakan penelitian dengan tingkatan tertinggi dibanding penelitian deskriptif dan komparatif. Dengan penelitian asosiatif dapat dibangun suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala/fenomena.

Ada 3 jenis hubungan antar variabel :

  1. Simetris (karena munculnya bersama-sama)  desain X  —  Y, dimana X tidak mempengaruhi Y atau sebaliknya.
  2. Kausal / sebab akibat     desain    X  —-> Y , dimana  X mempengaruhi Y
  3. Interaktif / Resiprokal (timbal balik) desaian  X  <——-> Y ,  dimana  X dan Y saling mempengaruhi

 

Menurut Cara Umum (metode)

  1. Penelitian Operasional adalah penelitian yang dilakukan oleh seseorang pada suatu bidang tertentu terhadap proses kegiatannya yang sedang berlangsung tanpa mengubah sistem pelaksanaannya.
  2. Penelitian Tindakan adalah penelitian yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada suatu bidang tertentu terhadap proses kegiatannya yang sedang berlangsung dengan cara memberikan tindakan/action tertentu dan diamati terus menerus dilihat plus-minusnya, kemudian diadakan pengubahan terkontrol sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tepat.
  3. Penelitian Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan secara sengaja oleh peneliti dengan cara memberikan treatment/perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian guna membangkitkan sesuatu kejadian/keadaan yang akan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akibatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kausal (sebab akibat) yang pembuktiannya diperoleh melalui komparasi/perbandingan antara :
  • Kelompok eksperimen (diberi perlakuan) dengan kelompok kontrol (tanpa perlakukan); atau ;
  • Kondisi subjek sebelum perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan.

 

Menurut Teknik/Metode Khusus (Jenis-jenis Penelitian):

  1. Metode Survei: penelitian yang dilakukan pada populasi besar/ kecil tetapi data diambil dari sampel sehingga ditemukan kjadian kreatif, distributif dan hubungan antar variabel.
    Contoh: Pengaruh positif budaya asing dan kunjungan wisata terhadap perubahan tingkah laku remaja di Kota Batam
  2. Metode Expose Facto: Penelitian yang digunakan untuk meneliti peristiw yang terjadi kemudian melihat ke belakang untuk mengetahui faktor faktor yang menimbulkan kejadian tersebut.
    Contoh: Penyebab musibah kebakaran di hutan di Batam.
  3. Metode Eksperimen: Suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi terkontrol secara ketat.
    Contoh: Pengaruh komestik terhadap kelembutan wajah.
  4. Metode Naturalistik sering disebut penelitian kualitatif: untuk meneliti kondisi alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci.
    Contoh: Pengembangan model sistem pemilu di Indonesia
  5. Metode Kebijakan
    Contoh: Implementasi kebijakab Bidang Perpajakan dan pengaruhnya terhadap peningkatan PAD.
  6. Metode Tindakan
    Contoh: Implementasi pelayanan persampahan dalam perencanaan tata kota.
  7. Metode Evaluasi
    Contoh: Analisis penegakan hukum untuk memberantas korupsi di Indonesia.
  8. Metode Sejarah/Historis
    Perkembangan politik di Indonesia tahun 1945-2015
Muhammat Rasid Ridho
Muhammat Rasid Ridho
Suka Jalan jalan, Bermain Koding Program, Belajar Jaringan dan Berbagi Cerita. Jangan lupa tulis komentar di bawah ini ya teman teman ... ! [telp/wa 0831 8393 2425]

1 Comment

  1. nurhukmi says:

    Assalamualaikum mau tanya. Saya mahasiswa s1 judul saya analisis perbandingan kinerja, motivasi dan kepuasan kerja sebelum dan sesudah adanya tunjangan kinerja

Leave a Reply

Your email address will not be published.